Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 September 2010

>filosofi dua cabang kayu dalam upacara adat

>Tentu rekan-rekan sering mengikuti upacara adat wasaka atau upacara adat serupa. Biasanya dilakukan sebelum upacara pembukaan atau penutupan sebuah kegiatan, misalnya raimuna, lpk, kpdk, dll yang bersifat kegiatan kepenegakan atau kepandegaan. Dalam setiap upacara adat tentu sering melihat kayu adat yang digunakan untuk meresmikan upacara adat.

Nah, kebetulan saya mendapatkan beberapa filosofi yang dapat dijadilan alasan, kenapa kayu adat yang digunakan dalam upacara adat itu hanya memiliki dua cabang ?

Pada dasarnya memang hanya untuk sandaran pusaka adat (seperti golok, kapak, parang, dll) atau sebagai tempat menaruh pakaian adat (laung, kerudung, sarung, dll) yang digunakan untuk melaksanakan upacara adat. Namun disamping itu semua ternyata ada sebuah filosofi yang dapat diambl dari dua cabang kayu tersebut. Biasanya cabang yang pertama adalah cabang yang tegak lurus dengan diameter yang lebih besar dari pada yang satunya. Em... Ada yang tau makna yang tersirat didalamnya ? Yang saya maksud tentu bukan semacam serat kayu, ulat pohon, dll, melainkan sebuah filosofi yang positif yang dapat dijadikan landasan tentunya.

Kayu adat yang bercabang dua tersebut mengkiaskan kehidupan seorang pramuka yang diharapkan dikemudian harinya dapat mendarma baktikan dirinya terhadap masyarakat (kayu dengan diameter lebih besar) serta mendarma baktikan dirinya terhadap Gerakan Pramuka (kayu dengan diameter lebih kecil). Dalam hal ini seorang pramuka dituntut untuk bisa menyelaraskan kedua hal tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.

Demikian sebuah catatan kecil yang mudah-mudahan dapat berarti untuk rekan-rekan sekalian. Semoga bermanfaat. Salam Blogger & Salam Pramuka...

Minggu, 29 Agustus 2010

>Ketentuan Penggunaan Tanda Pengenal Yang Baik

>SALAM PRAMUKA...

Alhamdulillah dalam kesempatan yang sama saya masih mempunyai pandangan baru lagi untuk membuat sebuah tulisan... Kali ini saya masih pengen membahas tentang Tanda Pengenal Pramuka...

Baik, langsung saja ke laptop,,, heheheh...
Dalam berbagai kegiatan yang pernah saya ikuti, sering saya melihat berbagai atribut yang rekan-rekan Pramuka kenakan... Dari bawah sampai atas... Dari Sepatu sampai Baret/Topi... Banyak rekan-rekan yang belum begitu memahami pengenaan Tanda Pengenal yang baik dan benar... Hal ini sebenarnya sudah berlangsung lama, semenjak saya kenal Pramuka waktu Siaga dulu... hahahahah... Pikir saya sekarang adalah inilah yang salah dari kita (saya tidak menyalahkan orang lain saja, tetapi juga saya)... Kita terkesan lebih suka meneruskan hal yang kurang tepat dikenakan ketimbang mencari hal yang benar yang sudah ditentukan... Banyak dari kita lebih senang menunggu daripada mencari... Tapi sebenarnya bukan mencari/menunggunya yang dipermasalahkan tapi pengenaan Tanda Pengenal Pramuka-nya yang jadi masalah... heheheh... Bukan Bermaksud sok tau... juga tidak bermaksud ingin dipuji, tapi hanya ingin berbagi... Beginilah contoh penggunaan Seragam serta Tanda Pengenal Pramuka yang Baik dan Benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Pramuka (yang saya ketahui)... Saya sebenarnya lebih cenderung menyukai hal yang normatif, yang telah ditentukan ketimbang hal-hal yang berbau mengenyampingkan Peraturan yang berlaku...

Kiranya hanya ini yang bisa saya sampaikan, seperti biasanya saya hanya meminta kritik dan saran jika segala yang saya sampaikan kurang tepat, agar rekan-rekan saling berbagi... Terimakasih... SALAM PRAMUKA...